Selasa, 10 November 2020

Masyarakat dan Budaya

 MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN

Thadika Oudy Amaya Decha Putri Pramudiani

20310410048


Masyarakat adalah orang yang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan. Tak ada masyarakat yang tidak mempunyai kebudayaan dan sebaliknya tak ada kebudayaan tanpa masyarakat sebagai wadah dan penduduknya.

          Kata “kebudayaan” bersal dari (bahasa sansekerta) buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari kata “buddhi”yang berarti budi atau akal. Kebudayaan diartikan sebagai hal-hal yang bersangkutan dengan akal atau budi.

Adapun istilah culture yang merupakan istilah bahasa asing yang sama artinya dengan kebudayaan, berasal dari kata latin colere. Artinya mengolah atau mengerjakan, yaitu mengolah tanah atau bertani. Dari asal arti tersebut yaitu colere kemudian culture, diartikan sebagai segala daya dan kegiatan manusia untuk mengolah dan mengubah alam.

Pengertian kebudayaan menurut beberapa ahli :

- Menurut Bronislaw Malinowski (Antropolog), kebudayaan adalah segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah pendapat ini disebut Cultural-Determinism.

- Menurut Herskovits, kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari suatu generasi ke generasi yang lain yang kemudian disebut superorganic

- Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial, ilmu sosial keseluruhan struktur-struktur sosial, religious, dan lain-laintambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistic yang menjadi ciri khas masyarakat

- Menurut Edward B. Tylor, menurut merupakan keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.

Seseorang sosiolog lebih menaruh perhatianya pada perilaku sosial. Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan atau kebendaan jasmaniah yang diperlukan oleh manusia untuk menguasi alam sekitarnya, agar kekuatan serta hasilnya dapat diabadikan untuk keperluan masyarakat.

Rasa yang meliputi jiwa manusia, mewujudkan segala kaidah-kaidah dan nilai-nilai sosial yang perlu untuk mengatur masalah-masalah kemasyarakaan dalam arti luas. Cipta merupakan kemampuan mental, kemampuan berpikir orang-orang yang hidup bermasyarakat dan yang antara lain menghasilkan filsafat serta ilmu pengetahuan. Semua karya, rasa, dan cipta dikuasai oleh karsa orang-orang yang menetukan kegunaanya agar sesuai dengan kepentingan sebagian besar atau dengan seluruh masyarakat.

UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN

Kebudayaan setiap bangsa masyarakat terdiri dari unsur-unsur besar maupun unsur-unsur kecil yang merupakan bagian dari suatu kebulatan yang bersifat kesatuan.

Beberapa orang sarjana, telah mencoba merumuskan unsur-unsur pokok kebudayaan tadi, misalnya, Melville J. Herskovits mengajukan 4 unsur pokok kebudayaan, yaitu :

a. Alat-alat teknologi

b. Sistem ekonomi

c. Keluarga

d. Kekuasaan politik

Bronislaw Malinowski yang terkenal sebagi salah seorang pelopor teori fungsional dan antropologi, menyebutkan unsur-unsur pokok kebudayan sebagai berikut :

Sistem norma yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat di dalam upaya menguasai alam sekelilingnya

Organisasi ekonomi

Alat-alat dan lembaga atau petugas pendidikan; perlu diingat bahwa keluarga merupakan lembaga pendidikan yang utama

Organisasi kekuatan

Antropolog C. Kluckhohn di salam sebuah karyanya yang berjudul Universal Categoris of Culture menguraikan ulasan para sarjana mengenai pendapat-pendapat sarjana mengenai kebudayaan. Inti pendapat-pendapat para sarjana itu menunjuk pada adanya tujuh unsur kebudayaan yang dianggap sebagai Cultural Universal, yaitu :

- Peralatan dan perlengkapan hidup manusia 

- Mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi

- Sistem kemasyarakatan

- Bahasa

- Kesenian

- Sistem Pengetahuan

- Religi (sistem kepercayaan) 

FUNGSI KEBUDAYAN BAGI MASYARAKAT

Kebudayaan mempunyai fungsi yang sangat besar bagi manusia dam masyarakat. Bemacam kekuatan yang harus dihadapi masyarakat dan anggota-anggotanya seperti kekuatan alam, maupun kekuatan-kekuatan lainnya di dalam masyarakat itu sendiri yang tidak selalu baik baginya. Manusia dan masyarakat memerlukan pula kepuasan, baik dalam bidang spiritual maupun materiil. Kebutuhan-kebutuhan masyarakat diatas, sebagian besar dipenuhi oleh kebudayaan yang bersumber pada masyarakat itu sendiri.

Hasil karya masyarakat melahirkan teknologi atau kebudayaan kebendaan yang mempunyai kegunaan utama di dalam melindungi masyarakat tehadap lingkungan dalamnya. Teknologi pada hakikatnya meliputi paling sedikit tujuh unsur, yaitu :

a. Alat-alat produktif

b. Senjata

c. Makanan dan minuman

d. Pakian dan perhiasan

e. Tempat berlindung

f. Alat-alat transport

Dalam tidakan-tindakannya untuk melindungi diri terhadap lingkungan alam, pada taraf permulaan, manusia bersikap menyerah dan semata-mata bertindak di dalam batas-batas untuk melindungi dirinya. Taraf tersebut masih banyak di jumpai pada masyarakat yang masih rendah tahap kebudayaanya. Misalnya suku bangsa Kubu yang tinggal di pedalaman daerah Jambi yang masih sangat tergantung oleh alam dan tidak memiliki teknologi yang canggih. Keadaanya berbeda dengan masyarakat yang sudah kompleks, di mana taraf kebudayaanya tinggi. Hasil karya manusia tersebut, yaitu teknologi, memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk memanfaatkan hasil-hasil alam dan apabila memungkinkan menguasai alam.

Kebudayaan mengatur agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak, berbuat, menentukan sikapnya kalau mereka berhubungan dengan orang lain. Apabila manusia hidup sendiri, maka tak aka nada manusia lain yang merasa terganggu oleh tindakan-tindakanya. Akan tetapi setiap orang, bagaimanapun hidupnya, ia akan selalu meciptakan kebiasaan bagi dirinya sendiri. Kebiasaan (habbit) merupakan suatu pola perilaku pribadi. 

Dalam mengatur hubungan antar manusia, kebudayaan dinamakan pola struktur normatif atau menurut istilah Ralph Linton design for living . unsur-unsur normatif yang merupakan bagian dari kebudayaan adalah sebagai berikut :

- Unsur-unsur yang menyangkut penilaian ( valuational elements) misalnya baik apa buruk,dsb.

- Unsur-unsur yang berhubungan dengan apa yang seharusnya seperti bagaimana orang harus berlaku.

- Unsur-unsur yang menyangkut kepercayaan (cognitive elements) seperti misalnya harus mengadakan upacara adat pada saat kelahiran.

Kaidah-kaidah kebudayaan berarti peraturan tentang tingkah laku atau tindakan yang harus dilakukan dalam suatu keadaan tertentu. Kaidah-kaidah kebudayaan mencakup peraturan-peraturan yang beraneka warna yang mencakup bidang yang luas sekali. Akan tetapi penelitian masyarakat, maka secara sosiologis dapat dibatasi pada empat hal, yaitu :

- Kaidah-kaidah yang dipergunakan secara luas dalam suatu kelompok menusia tertentu

- Kekuasaan yang memperlakukan kaidah-kaidah tersebut

- Unsur-unsur formal kaidah iturhubungan dengan ketentuan-ketentuan lainnya.

- Belakunya kaidah dalam suatu kelompok manusia tergantung pada kekuatan kaidah tersebut sebagi    petunjuk tentang bagaimana seorang harus berlaku. 

SIFAT HAKIKAT KEBUDAYAAN

Walaupun setiap masyarakat memiliki kebudayaan yang saling berbeda satu dengan yang lainnya, namun setiap kebudayaan mempunyai sifat hakikat yang berlaku bagi umum bagi semua kebudayaan di manapun juga. Sifat hakikat kebudayaan tadi adalah sebagai berikut.

a. Kebudayaan terwujud dan tersalurkan lewat perilaku manusia.

b. Kebudayaan telah ada terlebih dahulu mendahului lahirnya suatu generasi tertentu, dan tidak akan mati dengan habisnya usia generasi yang bersangkutan.

c. Kebudayaan-kebudayaan oleh manusia dan diwujudkan dalam tingkah-lakunya.

d. Kebudayaan mncakup hal-hal yang berisikan kewajiban-kewajiban, tindakan-tindakan yang dilarang dan tindakan-tindakan yang diizinkan.

Sifat hakikat kebudayaan adalah ciri setiap kebudayaan, akan tetapi bila sesorang hendak memahami sifat hakikatnya yang esensial, terlebih dahulu harus memecahkan pertentangan-pertentangan yang ada di dalamnya.

Kebudayan bersifat stabil di samping juga dinamis, dan setiap kebudayaan mengalami perubahan yang kontinu. Setiap kebudayaan pasti mengalami perubahan dalam perkembangannya, hanya kebudayaan yang mati saja yang bersifat statis.

Kebudayaan mengisi serta menentukan jalannya kehidupan manusia, walaupun hal itu jarang disadari oleh manusia itu sendiri. Gejala tersebut data diterangkan dengan penjelasan bahwa walaupun kebudayaan merupakan atribut manusia. Namun tak mungkin seseorang mengetahui dan meyakini seluruh kebudayaannya. Contoh : jarang bagi seseorang asal Indonesia untuk mengetahui kebudayaan Indonesia samapi pada unsur-unsur yang sekecil-kecilnya, padahal kebudayaan itu menentukan arah serta perjalan hidupnya.

KEPRIBADIAN DAN KEBUDAYAAN

Masyarakat dan kebudayaan sebenarnya merupakan perwujudan abstraksi perilaku manusia. kepribadian merupakan perwujudan perlaku manusia. perilaku manusia dapat dibedakan dengan kepribadiannya, karena kepribadian merupakan latar belakang prilaku yang ada dalam diri seseorang individu. Kekuatan kepribadian bukanlah terletak pada jawaban atau tangapan manusia terhadap keadaan, akan tetapi justru pada kesigapannya di dalam memberikan jawaban dan tangapan. Sebenarnya kepribadian adalah organisasi faktor-faktor biologis, psikologis dan sosiologis yang mendasari perilaku individu. Kepribadian mencakup kebiasaan-kebiasaan, sikap dan lain-lain sifat khas yang dimiliki seseorang yang berkembang apabila orang tadi berhubungan dengan orang lain.

Dasar-dasar pokok perilaku seseorang adalah faktor-faktor biologis dan psikologis. Faktor-faktor biologis dapat mempengaruhi kepribadian secara langsung. Misalnya, seseorang yang mempunyai badan yang lemah (secara fisik), dapat mempunyai sifat rendah diri yang tebal. Faktor psikologis yang dapat mempengaruhi kepribadian adalah unsur tempramen, kemampuan belajar,perasaan, keterampilan, keinginan dan lain sebagainya. 

Inti kebudayaan setiap masyarakat adalah sistem nilai yang dianut oleh masyarakat pendukung kebudayaan bersangkutan. Sistem nilai tersebut mencakup konsepsi-konsepsi abstrak tentang apa yang dianggap buruk dan apa yang dianggap baik. Dengan demikian, dikenal pembedaan antara nilai-nilai yang positif dengan nilai-nilai yang negatif.

GERAK KEBUDAYAAN

Gerak kebudayaan sebenarnya adalah gerak manusia yang hidup di dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan. Gerak manusia terjadi oleh sebab dia mengadakan hubungan-hubungan dengan manusia lainnya. Artinya, karena terjadinya hubungan antar kelompok manusia dalam masyarakat.

Akulturasi terjadi bila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan yang tertentu dihadapkan pada unsur-unsur suatu kebudayaan asing yang berbeda sedemikian rupa, sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu dengan lambat-laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri. Proses akulturasi dalam sejarah kebudayaan manusia telah terjadi dalam masa-masa yang silam. Beberapa masalah yang menyangkut akulturasi adalah :

- Unsur-unsur kebudayaan asing manakah yang mudah untuk diterima,

- Unsur-unsur kebudayaan asing manakah yang sulit untuk diterima,

- Individu-individu manakah yang yang cepat menerima unsur-unsur yang baru,

- Ketegangan-ketegangan apakah yang timbul sebagi akibat akulturasi tersebut.

Pada umumnya unsur-unsur kebudayaan asing yang mudah diterima adalah :

- Unsur kebudayaan kebendaan seperti alat peralatan yang terutama sangat mudah dipakai dan dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang menerimanya. Sebagai contoh adalah alat-alat tulis-menulis yang banyak dipergunakan orang Indonesia yang diambil dari unsure-unsur kebudayaan barat.

- Unsur-unsur yang terbukti membawa manfaat besar misalnya radio transistor yang banyak membawa kegunaan terutama sebagai alat media massa

- Unsur-unsur yang dengan mudah disesuaikan dengan keadaan masyarakat yang menerima unsure-unsur tersebut, seperti mesin penggiling padi yang dengan biaya murta serta pengetahuan teknis yang sederhana, dapat digunakan untuk memperlengkapi pabrik-pabrik penggilingan

- Unsur-unsur kebudayaan yang sulit diterima oleh sesuatu masyarakat adalah misalnya :

- Unsur-unsur yang menyangkut sistem kepercayaan seperti ideologi, falsafah hidup dan lain-lain

- Unsur-unsur yang dipelajari pada taraf pertama proses sosialisasi. Contoh yang paling mudah adalah soal makanan pokok suatu masyarakat. 

Pada umumnya generasi muda dianggap sebagai individu. Individu yang cepat menerima unsur-unsur kebudayaan asing yang masuk melalui proses akulturasi. Sebaliknya generasi tua, dianggap sebagai orang-orang yang kolot yang sukar menerima unsur baru. Hal ini disebabkan karena norma-norma yang tradisional sudah mendarah daging dan menjiwai sehingga sukar sekali mengubah norma-norma yang sudah sedemikianmeresapnya dalam jiwa generasi tua. Sebaliknya belum menetapnya unsur-unsur atau norma-norma tradisional dalam jiwa generasi muda, menyebabkan bahwa mereka lebih mudah menerima unsur-unsur baru yang kemungkinan besar dapat mengubah kehidupan mereka.

Suatu masyarakat yang terkena proses akulturasi, selalu ada kelompok individu-individu yang suka sekali atau bahkan tak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi. Perubahan-perubahan dalam masyarakat dianggap oleh golongan tersebut sebagai keadaan krisis yang membahayakan keutuhan masyarakat. Apabila mereka menggunakan golongan yang kuat, maka mungkin proses perubahan dapat ditahannya. Sebaliknya bila mereka berada dipihak yang lemah, maka mereka hanya akan dapat menunjukan sikap yang tidak puas.

        Proses akulturasi yang berjalan dengan baik, dapat menghasilkan integrasi antar unsur-unsur kebudayaan asing dengan unsur-unsur kebudayaan sendiri. Dengan demikian, unsur-unsur kebudayaan asing tidak lagi dirasakan sebagai hal yang berasal dari luar, akan tetapi dianggap sebagai unsur-unsur kebudayaan sendiri. Unsur-unsur asing diterima, tentunya terlebih dahulu mengalami proses pengolahan, sehingga bentuknya tidaklah asli sebagai semula. Selagi misal, sistem pendidikan Indonesia, untuk sebagian besar diambil dari unsur-unsur kebudayaan Barat. Akan tetapi sudah disesuaikan serta diolah sedemikian rupa, sehingga merupakan unsur-unsur kebudayaan (cultural shock), sebagai akibat masalah-masalah yang dijumpai dalam proses akulturasi. Kegoncangan kebudayaan terjadi, apabila warga masyarakat mengalami disorientasi dan frustasi, di mana muncul perbedaan yang tajam antara cita-cita dengan kenyataan yang disertai dengan terjadinya perpecahan-perpecahan di dalam masyarakat tersebut

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Teori Kepribadian Sehat Menurut Ahli

  Tugas Mata Kuliah Kesehatan Mental, Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas 45 Yogyakarta. Nama                        ...