Rabu, 30 September 2020

Bumi Sosiologi

Nama    : Thadika Oudy Amaya Decha Putri Pramudiani

NIM       : 20310410048

 

KAITAN INTERAKSI SOSIAL DENGAN PANDEMI COVID-19

Artikel ini dibuat untuk memenuhi tugas sosiologi, Prodi Psikologi, Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

Dosen Pengampu : Amin Nurohman, S. Pd., M. Sc

A. Pengertian Interaksi Sosial 

      Interaksi sosial adalah hubungan sosial yang dinamis berkaitan dengan hubungan antara individu dengan individu, kelompok dengan kelompok dan individu dengan kelompok. Interaksi sosial menyatakan hubungan sosial yang saling mempengaruhi antara manusia satu dengan manusia lainnya. Manusia sebagai makhluk sosial maka sangat memerlukan interaksi sosial, yang mana interaksi ini berlangsung selama seumur hidup di kalangan masyarakat. Soerjono Soekanto , mengutip dari Gillin dan Gillin dalam Cultural Sociolog y (1954: 489), menegaskan bahwa interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang per orang dan kelompok manusia.

 B. Ciri-Ciri Interaksi Sosial 

1. Jumlah pelaku lebih dari satu orang, akan interaksi membutuhkan aksi dan reaksi. Seseorang memberi aksi atau tindakan, syarat terjadinya interaksi bila tindakan tersebut di respon orang lain. 

2. Interaksi sosial menggunakan komunikasi dengan simbol-simbol tertentu. Simbol disini artinya Bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi, Simbol ini harus dipahami oleh masing-masih pihak yang berinteraksi sehingga komunikasi berjalan dengan lancar.

 3. Interaksi sosial memuat dimensi waktu meliputi masa lalu, masa kini dan masa depan. Artinya interaksi sosial di masyarakat, terdapat konteks waktu yang menentukan batasan dari interaksi tersebut. 

4. Adanya tujuan yang ingin dicapai. Kedua belah pihak yang berinteraksi tentunya memiliki tujuan-tujuan yang ingin dicapai. Tidak selalu diantara kedua pihak memiliki tujuan yang sama, interaksi ini bisa mengarah pada kerja sama ataupun mengarah pada pertentangan. 

 C. Bentuk Interaksi 

·         Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif

     Asosiatif adalah bentuk interaksi sosial yang positif sehingga bisa menghasilkan persatuan. Jenis interaksi sosial asosiatif antara lain : 

a.       Kooperasi = usaha yang dilakukan orang banyak untuk mencapai tujuan bersama. 

b.      Akomodasi = upaya yang dilakukan untuk menyelesaikan suatu pertikaian atau konfllik oleh pihak-pihak yang bertikai. 

c.       Asimilasi = pencampuran dua kebudayaan yang melebur menjadi suatu kebudayaan baru. 

d.      Akulturasi = Penerimaan segala unsur-unsur baru menjadi suatu kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur lama. 

·         Bentuk Interaksi Sosial Disosiatif

     Disosiatif adalah bentuk interaksi sosial yang negative sehingga bisa menimbulakan adanya perpecahan. Jenis interaksi sosial disosiatif antara lain :

a.       Oposisi = upaya individu atau kelompok untuk menentang atau menyalahkan lawan, pelakunya disebut oposan 

b.      Kompetisi = sebuah usaha yang dilakukan untuk bersaing memperebutkan sesuatu. 

c.       Kontravensi = didalamnya meliputi penolakan, penyangkalan, penghasutan ataupun pengkhianatan. 

 D. Syarat Terjadinya Interaksi Sosial

1)      Kontak sosial Kontak sosial berasal dari Bahasa latin con atau cum yang artinya bersama-sama dan tangere yang artinya menyentuh. Kontak artinya sama-sama menyentuh, tapi dalam interaksi sosial, kontak tidak selalu terjadi interaksi atau hubungan fisik, karena orang bisa berbicara melalui telepon, hp maupun surat.

2)      Komunikasi Komunikasi menjadi salah satu syarat interaksi sosial karena dengan adanya komunikasi, pesan yang ingin kita sampaikan jadi tersampaikan. Secara harfiah, komunikasi adalah kegiatan saling menafsirkan perilaku (gerakan fisik, pembicaraan atau sikap) dan perasaan-perasaan yang tersampaikan. Tujuan Interaksi Sosial Penyajian ilmu tentang interaksi sosial tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengertian umum tentang interaksi sosial. 


 A. Pengertian 

      Virus Corona adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian. Virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, seperti lansia (golongan usia lanjut), orang dewasa, anak-anak, dan bayi, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui. Infeksi virus Corona disebut COVID-19 pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara, termasuk Indonesia, hanya dalam waktu beberapa bulan. Hal tersebut membuat beberapa negara menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown dalam rangka mencegah penyebaran virus Corona. Di Indonesia sendiri, diberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus ini.

B. Gejala Virus Corona (COVID-19) 

    Gejala awal infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyerupai gejala flu, yaitu demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Setelah itu, gejala dapat hilang dan sembuh atau malah memberat. Penderita dengan gejala yang berat bisa mengalami demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Gejala-gejala tersebut muncul ketika tubuh bereaksi melawan virus Corona. Secara umum, ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu: 

Ø  Demam (suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius)

Ø  Batuk kering 

Ø  Sesak napas

Gejala-gejala COVID-19 ini umumnya muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah penderita terpapar virus Corona. Sebagian pasien yang terinfeksi virus Corona bisa mengalami penurunan oksigen tanpa adanya gejala apapun. Kondisi ini disebut happyhypoxia. 

 C. Penyebab Virus Corona (COVID-19)

      Infeksi virus Corona atau COVID-19 disebabkan oleh coronavirus, yaitu kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Pada sebagian besar kasus, coronavirus hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan sampai sedang, seperti flu. Akan tetapi, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-EastRespiratorySyndrome (MERS) dan SevereAcuteRespiratorySyndrome (SARS).

Seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu: 

a)      Tidak sengaja menghirup percikan ludah (droplet) yang keluar saat penderita COVID-19 batuk atau bersin 

b)      Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan ludah penderita COVID-19 

c)      Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19

 D. Diagnosis Virus Corona (COVID-19) 

v  Rapid test untuk mendeteksi antibodi (IgM dan IgG) yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona

v  Swabtest atau tes PCR (polymerasechainreaction) untuk mendeteksi virus Corona di dalam dahak

v  CT scan atau Rontgen dada untuk mendeteksi infiltrat atau cairan di paru-paru. 

Hasil rapidtest COVID-19 positif kemungkinan besar menunjukkan bahwa Anda memang sudah terinfeksi virus Corona, namun bisa juga berarti Anda terinfeksi kuman atau virus yang lain. Sebaliknya, hasil rapidtest COVID-19 negatif belum tentu menandakan bahwa Anda mutlak terbebas dari virus Corona.

 E. Pengobatan Virus Corona (COVID-19) 

     Belum ada obat yang benar-benar efektif untuk mengatasi infeksi virus Corona atau COVID-19. Pilihan pengobatan akan disesuaikan dengan kondisi pasien dan tingkat keparahannya. Beberapa pasien dengan gejala ringan atau tanpa gejala akan di sarankan untuk melakukan protokol isolasi mandiri di rumah sambil tetap melakukan langkah pencegahan penyebaran infeksi virus Corona.

 Langkah untuk meredakan gejala dan mencegah penyebaran virus corona, yaitu:

1.      Merujuk penderita COVID-19 yang berat untuk menjalani perawatan dan karatina di rumah sakit rujukan

2.      Memberikan obat pereda demam dan nyeri yang aman dan sesuai kondisi penderita

3.      Menganjurkan penderita COVID-19 untuk melakukan isolasi mandiri dan istirahat yang cukup

4.      Menganjurkan penderita COVID-19 untuk banyak minum air putih untuk menjaga kadar cairan tubuh

 G. Pencegahan Virus Corona (COVID-19) 

a.       Terapkan physicaldistancing, yaitu menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain, dan jangan dulu ke luar rumah kecuali ada keperluan mendesak.

b.      Gunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian, termasuk saat pergi berbelanja bahan makanan dan mengikuti ibadah di hari raya, misalnya Idul Adha. 

c.       Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau handsanitizer yang mengandung alkohol minimal 60%, terutama setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum.

d.      Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.

e.       Tingkatkan daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara rutin, beristirahat yang cukup, dan mencegah stres.

f.       Hindari kontak dengan penderita COVID-19, orang yang dicurigai positif terinfeksi virus Corona, atau orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek.

g.      Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah. 

h.      Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan, termasuk kebersihan rumah. 

Kesimpulan

Penerapan kebijakan Physical distancing ini menjadi pilihan yang berat bagi indonesia.Karena pembatasan interaksi sosial dapat menghambat laju pertumbuhan dan kemajuan dalam berbagai bidang kehidupan. Masalah perkonomian yang sangat terasa dampaknya, karena hal ini menyentuh langsung ke berbagai lapisan masyarakat.

Dalam masa pandemi Covid19 ini yang mungkin siapapun tak akan tau kapan akan berakhir, terlepas hal ini terjadi akibat dari faktor atau unsur kesengajaan atau tidak, efeknya dirasakan oleh masyarakat / manusia di seluruh dunia. Dampak paling terasa selain daripada sakit dan kematian adalah sektor ekonomi, dari sisi ekonomi jelas berdampak sangat keras baik secara individu, perusahaan, maupun pemerintahan di seluruh dunia tanpa terkecuali, namun dibalik itu juga ada yang mengalami peningkatan penjualan atau pendapatan akibat efek dari pandemi ini.

Sumber

https://saintif.com/interaksi-sosial-adalah/ https://www.alodokter.com/virus-corona  https://www.researchgate.net/publication/343130415_Proses_Interaksi_Sosial_Di_Tengah_Pandemi_Virus_Covid_19 https://www.kompasiana.com/nilasarilubis/5f3ab7ead541df61132bac54/proses-interaksi-sosial-di-masa-pandemi-covid-19

https://www.kompasiana.com/johnpw/5eb8e3c3d541df606b7b6542/ekonomi-makro-dan-mikro

  

 

Nama    : Thadika Oudy Amaya Decha Putri Pramudiani

NIM       : 20310410048

 

KAITAN INTERAKSI SOSIAL DENGAN PANDEMI COVID-19

Artikel ini dibuat untuk memenuhi tugas sosiologi, Prodi Psikologi, Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

Dosen Pengampu : Amin Nurohman, S. Pd., M. Sc

A. Pengertian Interaksi Sosial 

      Interaksi sosial adalah hubungan sosial yang dinamis berkaitan dengan hubungan antara individu dengan individu, kelompok dengan kelompok dan individu dengan kelompok. Interaksi sosial menyatakan hubungan sosial yang saling mempengaruhi antara manusia satu dengan manusia lainnya. Manusia sebagai makhluk sosial maka sangat memerlukan interaksi sosial, yang mana interaksi ini berlangsung selama seumur hidup di kalangan masyarakat. Soerjono Soekanto , mengutip dari Gillin dan Gillin dalam Cultural Sociolog y (1954: 489), menegaskan bahwa interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang per orang dan kelompok manusia.

 B. Ciri-Ciri Interaksi Sosial 

1. Jumlah pelaku lebih dari satu orang, akan interaksi membutuhkan aksi dan reaksi. Seseorang memberi aksi atau tindakan, syarat terjadinya interaksi bila tindakan tersebut di respon orang lain. 

2. Interaksi sosial menggunakan komunikasi dengan simbol-simbol tertentu. Simbol disini artinya Bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi, Simbol ini harus dipahami oleh masing-masih pihak yang berinteraksi sehingga komunikasi berjalan dengan lancar.

 3. Interaksi sosial memuat dimensi waktu meliputi masa lalu, masa kini dan masa depan. Artinya interaksi sosial di masyarakat, terdapat konteks waktu yang menentukan batasan dari interaksi tersebut. 

4. Adanya tujuan yang ingin dicapai. Kedua belah pihak yang berinteraksi tentunya memiliki tujuan-tujuan yang ingin dicapai. Tidak selalu diantara kedua pihak memiliki tujuan yang sama, interaksi ini bisa mengarah pada kerja sama ataupun mengarah pada pertentangan. 


 C. Bentuk Interaksi 

·         Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif

     Asosiatif adalah bentuk interaksi sosial yang positif sehingga bisa menghasilkan persatuan. Jenis interaksi sosial asosiatif antara lain : 

a.       Kooperasi = usaha yang dilakukan orang banyak untuk mencapai tujuan bersama. 

b.      Akomodasi = upaya yang dilakukan untuk menyelesaikan suatu pertikaian atau konfllik oleh pihak-pihak yang bertikai. 

c.       Asimilasi = pencampuran dua kebudayaan yang melebur menjadi suatu kebudayaan baru. 

d.      Akulturasi = Penerimaan segala unsur-unsur baru menjadi suatu kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur lama. 

·         Bentuk Interaksi Sosial Disosiatif

     Disosiatif adalah bentuk interaksi sosial yang negative sehingga bisa menimbulakan adanya perpecahan. Jenis interaksi sosial disosiatif antara lain :

a.       Oposisi = upaya individu atau kelompok untuk menentang atau menyalahkan lawan, pelakunya disebut oposan 

b.      Kompetisi = sebuah usaha yang dilakukan untuk bersaing memperebutkan sesuatu. 

c.       Kontravensi = didalamnya meliputi penolakan, penyangkalan, penghasutan ataupun pengkhianatan. 

 D. Syarat Terjadinya Interaksi Sosial

1)      Kontak sosial Kontak sosial berasal dari Bahasa latin con atau cum yang artinya bersama-sama dan tangere yang artinya menyentuh. Kontak artinya sama-sama menyentuh, tapi dalam interaksi sosial, kontak tidak selalu terjadi interaksi atau hubungan fisik, karena orang bisa berbicara melalui telepon, hp maupun surat.

 

2)      Komunikasi Komunikasi menjadi salah satu syarat interaksi sosial karena dengan adanya komunikasi, pesan yang ingin kita sampaikan jadi tersampaikan. Secara harfiah, komunikasi adalah kegiatan saling menafsirkan perilaku (gerakan fisik, pembicaraan atau sikap) dan perasaan-perasaan yang tersampaikan. Tujuan Interaksi Sosial Penyajian ilmu tentang interaksi sosial tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengertian umum tentang interaksi sosial. 


 A. Pengertian 

      Virus Corona adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian. Virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, seperti lansia (golongan usia lanjut), orang dewasa, anak-anak, dan bayi, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui. Infeksi virus Corona disebut COVID-19 pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara, termasuk Indonesia, hanya dalam waktu beberapa bulan. Hal tersebut membuat beberapa negara menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown dalam rangka mencegah penyebaran virus Corona. Di Indonesia sendiri, diberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus ini.

B. Gejala Virus Corona (COVID-19) 

    Gejala awal infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyerupai gejala flu, yaitu demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Setelah itu, gejala dapat hilang dan sembuh atau malah memberat. Penderita dengan gejala yang berat bisa mengalami demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Gejala-gejala tersebut muncul ketika tubuh bereaksi melawan virus Corona. Secara umum, ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu: 

Ø  Demam (suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius)

Ø  Batuk kering 

Ø  Sesak napas

Gejala-gejala COVID-19 ini umumnya muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah penderita terpapar virus Corona. Sebagian pasien yang terinfeksi virus Corona bisa mengalami penurunan oksigen tanpa adanya gejala apapun. Kondisi ini disebut happyhypoxia. 

 C. Penyebab Virus Corona (COVID-19)

      Infeksi virus Corona atau COVID-19 disebabkan oleh coronavirus, yaitu kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Pada sebagian besar kasus, coronavirus hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan sampai sedang, seperti flu. Akan tetapi, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-EastRespiratorySyndrome (MERS) dan SevereAcuteRespiratorySyndrome (SARS).

Seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu: 

a)      Tidak sengaja menghirup percikan ludah (droplet) yang keluar saat penderita COVID-19 batuk atau bersin 

b)      Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan ludah penderita COVID-19 

c)      Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19


 D. Diagnosis Virus Corona (COVID-19) 

v  Rapid test untuk mendeteksi antibodi (IgM dan IgG) yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona

v  Swabtest atau tes PCR (polymerasechainreaction) untuk mendeteksi virus Corona di dalam dahak

v  CT scan atau Rontgen dada untuk mendeteksi infiltrat atau cairan di paru-paru. 

Hasil rapidtest COVID-19 positif kemungkinan besar menunjukkan bahwa Anda memang sudah terinfeksi virus Corona, namun bisa juga berarti Anda terinfeksi kuman atau virus yang lain. Sebaliknya, hasil rapidtest COVID-19 negatif belum tentu menandakan bahwa Anda mutlak terbebas dari virus Corona.

 E. Pengobatan Virus Corona (COVID-19) 

     Belum ada obat yang benar-benar efektif untuk mengatasi infeksi virus Corona atau COVID-19. Pilihan pengobatan akan disesuaikan dengan kondisi pasien dan tingkat keparahannya. Beberapa pasien dengan gejala ringan atau tanpa gejala akan di sarankan untuk melakukan protokol isolasi mandiri di rumah sambil tetap melakukan langkah pencegahan penyebaran infeksi virus Corona.

 Langkah untuk meredakan gejala dan mencegah penyebaran virus corona, yaitu:

1.      Merujuk penderita COVID-19 yang berat untuk menjalani perawatan dan karatina di rumah sakit rujukan

2.      Memberikan obat pereda demam dan nyeri yang aman dan sesuai kondisi penderita

3.      Menganjurkan penderita COVID-19 untuk melakukan isolasi mandiri dan istirahat yang cukup

4.      Menganjurkan penderita COVID-19 untuk banyak minum air putih untuk menjaga kadar cairan tubuh

 G. Pencegahan Virus Corona (COVID-19) 

a.       Terapkan physicaldistancing, yaitu menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain, dan jangan dulu ke luar rumah kecuali ada keperluan mendesak.

b.      Gunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian, termasuk saat pergi berbelanja bahan makanan dan mengikuti ibadah di hari raya, misalnya Idul Adha. 

c.       Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau handsanitizer yang mengandung alkohol minimal 60%, terutama setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum.

d.      Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.

e.       Tingkatkan daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara rutin, beristirahat yang cukup, dan mencegah stres.

f.       Hindari kontak dengan penderita COVID-19, orang yang dicurigai positif terinfeksi virus Corona, atau orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek.

g.      Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah. 

h.      Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan, termasuk kebersihan rumah. 

Kesimpulan

Penerapan kebijakan Physical distancing ini menjadi pilihan yang berat bagi indonesia.Karena pembatasan interaksi sosial dapat menghambat laju pertumbuhan dan kemajuan dalam berbagai bidang kehidupan. Masalah perkonomian yang sangat terasa dampaknya, karena hal ini menyentuh langsung ke berbagai lapisan masyarakat.

Dalam masa pandemi Covid19 ini yang mungkin siapapun tak akan tau kapan akan berakhir, terlepas hal ini terjadi akibat dari faktor atau unsur kesengajaan atau tidak, efeknya dirasakan oleh masyarakat / manusia di seluruh dunia. Dampak paling terasa selain daripada sakit dan kematian adalah sektor ekonomi, dari sisi ekonomi jelas berdampak sangat keras baik secara individu, perusahaan, maupun pemerintahan di seluruh dunia tanpa terkecuali, namun dibalik itu juga ada yang mengalami peningkatan penjualan atau pendapatan akibat efek dari pandemi ini.

Sumber

https://saintif.com/interaksi-sosial-adalah/ https://www.alodokter.com/virus-corona  https://www.researchgate.net/publication/343130415_Proses_Interaksi_Sosial_Di_Tengah_Pandemi_Virus_Covid_19 https://www.kompasiana.com/nilasarilubis/5f3ab7ead541df61132bac54/proses-interaksi-sosial-di-masa-pandemi-covid-19

https://www.kompasiana.com/johnpw/5eb8e3c3d541df606b7b6542/ekonomi-makro-dan-mikro

 

Teori Kepribadian Sehat Menurut Ahli

  Tugas Mata Kuliah Kesehatan Mental, Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas 45 Yogyakarta. Nama                        ...